Kalau Sya’ban adalah bulannya Rasulullah Muhammad Saw maka Rajab adalah bulannya Allah Swt.
Bulan
Rajab termasuk salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan oleh Allah atau disebut
sebagai bulan-bulan haram. Selain Rajab, bulan haram adalah Dzulhijjah,
Dzulqa’idah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dalam sistem
kalender qomariyah Islam. Artinya, dua bulan lagi, insyaallah kita akan
memasuki bulan yang istimewa, yaitu Ramadhan. Apakah kita sudah mempersiapkan
diri menyambutnya?
Bulan
Rajab merupakan bulan haram yang istimewa karena terpisah dari urutan ketiga
bulan haram lainnya. Keistimewaan bulan Rajab lainnya adalah bahwa pada bulan
ini dipercaya Nabi Muhammad menerima perintah sholat 5 waktu sehari semalam
dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun demikian, kapan tepatnya terjadinya Isra’
Mi’raj masih menjadi perdebatan di kalangan sebagian ahli sejarah.
Doa
Memasuki Bulan Rajab
=================
Rasulullah
Saw. biasa mempersiapkan diri dalam menyambut bulan puasa jauh-jauh hari
sebelumnya. Bahkan ketika beliau melihat awal bulan Rajab, dua bulan sebelum
Ramadhan, beliau telah mempersiapkan diri secara ruhani. Beliau menundukkan
hati dan menancapkan niat yang suci melalui doanya:
“Allaahummaa
bariklanaa fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighnaa Ramadhan”.
“Ya
Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke
bulan Ramadhan”. (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)
Beliau
Saw dengan khusyuk memohon kepada Allah Swt agar memberkahi dirinya dan kaum
muslimin di dua bulan menjelang Ramadhan. Tanpa keberkahan ini, tentulah
hari-hari kita akan berkurang nilainya, apalagi dalam rangka menyongsong bulan
yang penuh pahala dan ampunan dari Allah Swt.
Ibnu
Jarir ath Thabari meriwayatkan melalui sanadnya, dari Ibnu Abbas radhiallahu
anhu sehubungan dengan pengagungan Allah terhadap kesucian bulan-bulan (haram)
ini, beliau berkata;
“Allah
Swt telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci,
mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan
ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini
juga lebih besar.” (Tafsir ath Thabari)
Amalan
Khusus di Bulan Rajab
========================
Lalu,
adakah amalan-amalan khusus yang disunnahkan pada bulan Rajab ini?
Sebagian kaum muslimin percaya dan
melakukan amalan atau ritual ibadah tertentu di bulan Rajab ini. Mereka
mempercayai ada keutamaan dan pahala yang sangat istimewa melalui ibadah puasa
atau shalat atau lainnya tersebut. Tetapi benarkah demikian? Adakah
Rasulullah memberikan contoh atau pernyataan seperti itu?.
Menurut
Ulama Hadits, tidak ada nash atau landasan hukum shahih yang memberitakan
adanya amalan ibadah khusus pada bulan ini dari Rasulullah Saw. Beberapa hadits
tentang keutamaan berpuasa pada bulan ini atau doa menyambut bulan rajab, oleh
beberapa Ulama ahli hadits dikategorikan sebagai hadits yang lemah (dhaif).
Meskipun hadits tersebut dhaif—diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa dengan
hadits tersebut ketika memasuki bulan rajab. Dasarnya adalah sebagaimana
perkataan para ulama bahwa diperbolehkan mengamalkan hadits dhaif didalam
keutamaan amal dengan syarat bahwa hadits itu tidak diriwayatkan oleh seorang
pendusta, kejam dan kasar yang menjadikan kelemahannya sangat berat dan hadits
itu juga tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, tidak berhubungan dengan
permasalahan-permasalahan akidah, atau hukum-hukum syariah berupa halal, haram
dan sejenisnya. Wallahu A’lam.
Namun demikian beberapa amalan bulan
Rajab sudah dilakukan oleh para Ulama sejak zaman dahulu, antara lain :
1.
Memperbanyak Istighfar
Jika di bulan Sya’ban kita
dianjurkan memperbanyak sholawat, maka di bulan Rajab ini kita dianjurkan
memperbanyak istighfar, dianjurkan memohon ampunan atas semua dosa dan kekeliruan
kita.
Diantara bacaan Istighfar yang
mutawtir adalah : “Astaghfirullahal azhim, alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul
qayyum wa atuubu ilaih. (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Yang
Tiada Tuhan selainNya Dialah Maha Hidup dan Maha Berkuasa dan aku bertaubat
kepada-Nya).
2.
Memperbanyak Puasa Sunnah di bulan Rajab
Hadits shahih yang memerintahkan
kita untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan-bulan mulia (haram), dan bulan
Rajab adalah salah satu di antaranya.
Diriwayatkan dari Mujibah
al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).”
(Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Nabi Saw bersabda : “Seutama-utama
puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa’dah,
Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). [HR Muslim]
Demikianlah sekilas tentang bulan
Rajab, semoga bermanfaat.
“Allaahummaa bariklanaa fii Rajaba
wa Sya’ban, wa balighnaa Ramadhan”.
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan
Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”. (HR. Imam Ahmad,
dari Anas bin Malik)
Bâraka Allâh fîkum. Amiin
7 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab
Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah.
Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda,
"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)."
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Banyak sekali keistimewaan yang diperoleh apabila kita mau menunaikan puasa Rajab, Salah Satunya adalah sebagai berikut:
1. Laksana puasa sebulan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya."
HR. At-Thabrani
2. Mencatat Amalnya selama 60 Bulan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan."
Abu Hurairah.
3. Puasa 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka baginya.
4. Puasa 8 hari pada bulan Rajab akan membuka 8 pintu surga untuknya.
5. Puasa 10 hari pada bulan Rajab maka akan menghapus dosa-dosanya dan diganti dengan kebaikan.
6. Puasa sehari pada bulan Rajab akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga.
Rasanya manis melebihi madu.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikarunia minum dari sungai tersebut."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar